RSUD Bendan Hadirkan CT Scan 64 Slice, Perkuat Layanan Diagnosis Stroke
RSUD Bendan Hadirkan CT Scan 64 Slice, Perkuat Layanan Diagnosis Stroke
Kota Pekalongan – RSUD Bendan Kota Pekalongan menghadirkan alat Computed Tomography (CT) Scan 64 slice untuk memperkuat layanan diagnostik, khususnya dalam mendeteksi stroke dan menangani kondisi medis yang membutuhkan penanganan cepat. Fasilitas bantuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Stroke Sedunia.
Direktur RSUD Bendan, dr. Dwi Heri Wibawa menyampaikan, pengadaan CT Scan ini merupakan bagian dari dukungan Kemenkes setelah RSUD Bendan ditetapkan sebagai rumah sakit pengampu layanan prioritas, meliputi kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.
“CT Scan ini kami tempatkan di area IGD untuk mendukung penanganan pasien kecelakaan, stroke, dan kondisi lain yang membutuhkan pemeriksaan segera. Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang lebih cepat dan aman bagi masyarakat,” ujarnya saat launching CT Scan dalam rangka peringatan Hari Stroke sedunia, berlangsung di aula RSUD Bendan, Kamis (29/10/2026).
Ia mengungkapkan CT Scan 64 slice memiliki kemampuan menghasilkan gambaran pencitraan yang lebih detail sehingga membantu dokter mengidentifikasi kondisi medis, seperti perdarahan atau sumbatan pada stroke, cedera kepala, serta kelainan pada bagian tubuh lainnya.
Optimalisasi alat juga didukung dua dokter spesialis radiologi dan tenaga radiografer terlatih. Selain itu, RSUD Bendan berupaya menyediakan layanan CT Scan dengan tarif lebih terjangkau dibandingkan rumah sakit lain.
dr. Heri menambahkan, layanan CT Scan ditargetkan dapat melayani pasien BPJS Kesehatan mulai 1 November 2026, setelah proses persetujuan dari BPJS Kesehatan selesai.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab menerangkan, kehadiran fasilitas tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mendekatkan akses pemeriksaan kepada masyarakat.
“Dengan adanya CT Scan 64 slice ini, masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan yang lebih canggih di Kota Pekalongan tanpa harus ke luar kota. Harapannya, penyakit stroke dapat dideteksi lebih dini sehingga penanganannya bisa dilakukan lebih cepat,” terangnya.
Ia menyebutkan, kasus stroke di Kota Pekalongan masih menjadi perhatian, dengan angka kematian yang disebut mencapai 22,6 persen. Karena itu, upaya penanganan perlu diimbangi dengan pencegahan melalui pola makan sehat, olahraga teratur, dan penerapan pola hidup sehat.
Wawali Balgis mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Ia turut mengingatkan rumah sakit agar peningkatan teknologi medis diikuti dengan peningkatan mutu pelayanan sesuai standar Kementerian Kesehatan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
Pemerintah Kota Pekalongan
29 Oct 2026
Baca Selengkapnya